"Saat pengendara melempar uang, maka warga akan berebut mengambil uang itu dengan sapu, para warga pun tidak mempedulikan keselamatan mereka sendiri," katanya.
Diketahui dari berbagai sumber, kebiasaan para pengendara melempar koin tidak lepas dari mitos sungai di bawah Jembatan Sewo yang disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah-Saeni yang melegenda karena hidup keduanya berakhir di sungai tersebut.
Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi atau melempar saweran di Jembatan Sewo.
Baca juga: 6 Oleh-Oleh Legendaris Khas Pantura yang Bisa Dibawa Pemudik ke Kampung Halaman
(Fakhrizal Fakhri )