Sunan Gunung Jati Sukses Dakwah di Banten dan Pajajaran, tapi Gagal Bujuk Prabu Siliwangi

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 07 Mei 2022 10:08 WIB
Sunan Gunung Jati. (Wikipedia)
Share :

Sunan Gunung Jati mendirikan pesantren sebagai tempat mendidik dan mengajar kepada para santrinya di Gunung Jati. Ia pun mendirikan pesantrennya di Gunung Jati, yang menjadi asal mula Syarif Hidayatullah dijuluki Sunan Gunung Jati.

Selain itu, Sunan Gunung Jati juga dinobatkan menjadi Adipati & Caruban Larung bergelar Susuhunan (artinya orang yang dijunjung tinggi). Ia mewarisi takhta tersebut dari Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana yang bergelar Srimanggana.

Ia mendapatkan gelar tersebut karena ia menikahi putrinya Pangeran Cakrabuana yang bernama Pakungwati. Pangeran Walangsungsang adalah kakak ibundanya Rara Santang.

Setelah menjadi Adipati di Caruban Larung, barulah Sunan Gunungjati kembali pada tujuan awalnya yaitu berdakwah kepada eyangnya. Ia bersilaturahmi kepada eyangnya Prabu Siliwangi, di Pajajaran. Sunan Gunung Jati berdakwah dengan merayu kepada eyangnya agar berkenan memeluk agama Islam.

Sayang, dakwah Sunan Gunung Jati mengalami kegagalan. Sebab eyangnya, Prabu Siliwangi tetap mempertahankan agama lamanya, yaitu agama Hindu. Namun, Prabu Siliwangi tidak melarang cucunya melakukan syiar dakwah di wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran.

Sunan Gunung Jati pun mengembangkan sayapnya dalam syiar dakwah agama Islam hingga wilayah ke kuasaan Banten. Namun kali ini, usaha dakwah Sunan Gujung Jati mengalami kesuksesan.

Adipati Banten menerima dengan besar hati agama Islam yang dibawa Sunan Gunung Jati. Bahkan ia menikahkan Sunan Gunungjati dengan putrinya yaitu Nyi Kawungten hingga dikaruniai dua orang anak yang bernama Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya