6. KH Idham Chalid
Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR.
Selain sebagai politikus, ia pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984. Hingga saat ini, dia adalah ketua organisasi massa yang dibentuk oleh kiai dengan masa jabatan terlama.
Atas jasa-jasanya, ia dinyatakan sebagai pahlawan pada 8 November 2011. Kemudian pada 19 Desember 2016, Pemerintah mengabadikannya dalam uang kertas rupiah baru, Rp. 5.000,- .
7. KH As'ad Syamsul Arifin
KH As'ad Syamsul Arifin salah satu kiai yang berperang melawan penjajah. Ia menjadi pemimpin para pejuang di Situbondo, Jember dan Bondowoso, Jawa Timur.
Pada masa revolusi fisik, Kiai As'ad menjadi motor penggerak massa dalam pertempuran melawan penjajah pada 10 November 1945. Setelah kemerdekaan, Kiai As'ad menjadi penggerak sosial ekonomi masyarakat.
Dia menyerap aspirasi warga dan kemudian mendorong pemerintah daerah, menteri, dan presiden untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.
Kiai As'ad juga berperan menjelaskan bahwa kedudukan Pancasila tidak akan mengganggu nilai-nilai Islam. Atas jasa-jasanya, ia menerima Penghargaan Pahlawan pada 9 November 2016.
(Erha Aprili Ramadhoni)