TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyatakan, banjir yang melanda daerah Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, terbilang tinggi dibanding banjir-banjir sebelumnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan, ketinggian air yang melanda dua kampung ini yakni paling parah di ketinggian 70 sentimeter.
“Banjir (luapan sungai) sebelumnya itu pas musim hujan kemarin, April kalau nggak salah. Nah itu juga nggak terlalu dalam kaya yang bulan ini. Bulan ini terbilang tinggi airnya sekitar 70 sentimeter,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Rabu (8/6/2022).
BACA JUGA:Banjir Rendam 492 Rumah Warga di Teluknaga Tangerang
Diakui Abdul Munir, meskipun wilayah tersebut sudah menjadi langganan banjir, luapan Sungai Cisadane kiriman air dari Bogor, namun banjir kali ini dirasa paling parah.
"Ini baru juga sih kaya gini, karena biasanya surutnya cepat. Yang sebelum-sebelumnya paling cepat surut itu paling 2 jam sudah surut lagi,” ujarnya.
BACA JUGA:Ciwidey Bandung Diterjang Banjir Bandang, Belasan Rumah Rusak!
Dijelaskan Abdul Munir, air baru bisa surut sekira jam 20.00 WIB pada Selasa malam. Sedangkan air mulai menggenangi wilayah perumahan warga pada Selasa pagi.
Diakuinya, daerah tersebut sudah menjadi langganan terendam banjir lantaran datarannya yang rendah dan dekat dengan Sungai Cisadane.
"Itu karena dari Kali Cisadane. Dan letak kampung ini tuh di ujung atau bagian hilir dekat dengan laut, jadinya kena luapan sungai,” katanya.
Diketahui, dari luapan sungai tersebut, dua kampung terdampak banjir yakni kampung Cirumpak dan Tanjung Beting dengan sebanyak 520 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 1.704 jiwa terdampak.
“Karena sudah surut jadi warga saat ini sedang bersih-bersih,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )