Dijelaskan Abdul Munir, air baru bisa surut sekira jam 20.00 WIB pada Selasa malam. Sedangkan air mulai menggenangi wilayah perumahan warga pada Selasa pagi.
Diakuinya, daerah tersebut sudah menjadi langganan terendam banjir lantaran datarannya yang rendah dan dekat dengan Sungai Cisadane.
"Itu karena dari Kali Cisadane. Dan letak kampung ini tuh di ujung atau bagian hilir dekat dengan laut, jadinya kena luapan sungai,” katanya.
Diketahui, dari luapan sungai tersebut, dua kampung terdampak banjir yakni kampung Cirumpak dan Tanjung Beting dengan sebanyak 520 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 1.704 jiwa terdampak.
“Karena sudah surut jadi warga saat ini sedang bersih-bersih,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )