Pihaknya akan mengirimkan pasukan Brimob untuk melakukan upaya penegakkan hukum terhadap para pelaku. "Kami tidak akan membiarkan siapapun yang ada di negara ini yang seenaknya melakukan kekerasan-kerasan baik terhadap masyarakat kecil maupun aparat sehingga tentunya kita telah mempersiapkan perkuatan tambahan untuk melakukan kegiatan-kegiatan kepolisian yang ditingkatkan untuk bisa menangkap para pelaku," tegasnya.
"Saya berharap kedepan tidak ada lagi kekerasan-kerasan yang dilakukan oleh siapapun atas nama apapun untuk membuat situasi di tanah Papua selalu tidak nyaman," sambungnya.
Dirinya juga meminta semua pihak tidak perlu berspekulasi dan berkomentar atas peristiwa tersebut, dan mengaitkan dengan politik.
"Tidak perlu komentar-komentar lain saling mencurigai, tentunya kepolisian punya langkah-langkah yang profesional untuk mengatakan ini. Tidak ada kaitannya dengan politik. Ini murni kejahatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang memang selalu berseberangan dengan negara," ujarnya.
"Besok saya akan ke Wamena untuk bisa mengevaluasi secara menyeluruh. Apabila secara intenal ini ada kesalahan prosedur oleh Komandan Kompi, tentunya ini akan dikenakan hukuman yang berlaku di institusi Polri. Saya akan tegas disitu, kalau keluar dari SOP yang selalu saya sampaikan keada jajaran yang melalukan kegiatan operasi di Tanah Papua," ucapnya.
Sebelumnya, pada Sabtu sore, 18 Juni 2022, personel Brimob Polda Yon D Wamena atas nama Bripda Diego Rumaropen tewas dibacok orang tak dikenal (OTK) di Distrik Papua Jayawijaya. Korban dibacok saat berburu bersama AKP Rustam yang saat kejadian sedang mengecek hewan yang berhasil di tembak. Setelah membacok korban, pelaku membawa kabur dua senjata api laras panjang jenis AK 101 dan Styer.
(Arief Setyadi )