"Tangan saya diterima dan kita bersalaman, tapi ketika melihat teman saya, Pak Bupati marah menunjuk-nunjuk saya dan dia mengatakan bahwa saya telah memaki-maki melalui WhatsApp," ungkap Irvan.
Merasa tidak pernah melakukan yang dituduhkan oleh Bupati Cirebon, Ivan lantas meminta konfirmasi. Saat itu, Ivan dan Bupati Cirebon kemudian ditengahi oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon hingga akhirnya Bupati Cirebon keluar ruangan.
"Saya mencoba meminta konfirmasi lagi karena saya sendiri tidak pernah menyimpan nomor yang bersangkutan," katanya.
Ivan melanjutkan, Bupati Cirebon lalu mengancam akan melakukan santet kepada Ivan bilamana terbukti memaki-maki. Saat itu, Ivan mendapatkan konfirmasi dari Bupati Cirebon bahwa yang ditudingkan terhadapnya, yaitu memaki-maki melalui grup WhatsApp.
"Yang bersangkutan mengatakan akan menyantet saya jika dia bisa menemukan bukti bahwa saya sudah memaki dengan kata-kata kotor di grup WhatsApp," beber Ivan.
Ivan pun menyayangkan sikap Bupati Cirebon tersebut. seharusnya, kata Ivan, sebagai pejabat publik, Bupati Cirebon tidak asal main tuduh dan mengacam akan menyantet.
Pengaduan masyarakat (dumas) yang dilakukan oleh pihaknya ke Polres Cirebon diharapkan menjadi pelajaran bagi para pejabat publik, khususnya Bupati Cirebon, agar bisa menjaga lisannya.