"Bukan saja mereka yang bekerja di kawasan ini (Jalan Sudirman) yang bisa berjalan kaki leluasa tapi warga Jabodetabek juga menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi satu-satunya di republik ini," kata Anies ketika itu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang menggenjot revitalisasi pedestrian. Hingga akhir 2021, mereka telah merampungkan proyek revitalisasi 10 jalur pedestrian di lima wilayah Ibu Kota Jakarta.
Total, pada 2021, Pemprov DKI Jakarta telah membangun trotoar seluas 52.022 meter persegi di lima wilayah. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, sejak 2018 Pemprov telah membangun trotoar seluas 812.328 meter persegi di lima wilayah di Jakarta.
Penataan trotoar pun dilakukan dengan konsep penataan complete street, yaitu penataan ulang ruang jalan sesuai dengan fungsinya. Sehingga mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pengguna jalan dengan memprioritaskan para pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna transportasi umum.
Sehingga dengan kenyamanan itu , pedestrian pun akan menjadi lokasi interaksi antarwarga. Pendestrian tidak lagi hanya untuk lalu lalang warga saja, melainkan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan baik budaya sampai sosial.
"Di situ ada ruang-ruang untuk berkegiatan ada sosial, budaya, ekonomi tanpa mengganggu pergerakan pejalan kaki," ucap Anies Baswedan suatu ketika.
Saat ini, mungkin kawasan Jalan Sudirman yang berhasil menjelmakan demokrasi jalan bagi warganya. Kelak, di tempat-tempat lainnya, kegiatan serupa pun bisa saja tercipta. Tentu dengan wujud yang lebih segar, aksi yang lebih kreatif, dan yang terpenting bisa menjaga kebersihan ruang ketiga tersebut.
Penulis: Beni Kusuma, Urban Explorer
(Fahmi Firdaus )