Deretan Negara yang Banyak Pekerja Migran Asal Indonesia Meninggal

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Selasa 12 Juli 2022 07:09 WIB
ilustrasi: Okezone
Share :

PEKERJA migran Indonesia merupakan warga negara Indonesia yang melakukan pekerjaan di berbagai negara. Pekerjaan tersebut terdiri dari beragam bidang, seperti industri permesinan, pekerja rumah tangga (PRT), industri perhotelan, restoran, spa, dan lain sebagainya.

Pekerja migran Indonesia diperbolehkan bekerja di beberapa negara yang sudah bekerja sama dengan pemerintahan Indonesia, seperti Arab Saudi, Malaysia, Nigeria, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, dan lain sebagainya.

(Baca juga: Pengiriman 42 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia Digagalkan Polda Kepri)

Dalam proses pekerjaan tersebut, tidak jarang terjadi konflik antara para pekerja dengan pemberi kerja di negara-negara tersebut. Konflik ini bahkan sampai menyebabkan kematian. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini negara di mana pekerja migran Indonesia paling banyak meninggal dunia dilansir beragam sumber, Senin (11/7/2022).

 

1. Malaysia

Malaysia merupakan salah satu negara yang paling banyak pekerja migran Indonesia meninggal dunia. Tercatat sejak tahun 2012 sampai 2018, sebanyak 462 pekerja migran Indonesia meninggal di Malaysia. Bahkan, Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sylvia R. Pekujawang menyampaikan, dalam kurun waktu 2013-2019, sebanyak 420 pekerja migran yang berasal dari NTT meninggal di Malaysia. Para pekerja ini kebanyakan tidak mempunyai dokumen yang legal, sehingga mereka tidak mengikuti prosedur dan tidak memiliki keterampilan yang memadai.

2. Arab Saudi

Pekerja Migran Indonesia yang meninggal di Arab Saudi dalam kurun waktu 2012-2018 tercatat sebanyak 224 orang. Hal ini dikarenakan Arab Saudi masih menerapkan budaya pekerja rumah tangga (PRT) merupakan milik majikan. Tak jarang PRT masih dianggap sebagai budak. Mekanisme untuk mendapatkan PRT menggunakan sistem agensi. Majikan di Arab Saudi membayar seluruh biaya perekrutan calon pekerja migran kepada agensi. Oleh karena itu, mereka menganggap PRT sebagai miliknya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya