BANJARMASIN - Sibuk dengan agenda kerja serta beragam kegiatan nasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto akhirnya bertemu dalam suasana Idul Adha.
BACA JUGA:BREAKING NEWS! Positif Covid-19 di Indonesia Hari ini Bertambah 3.361 Kasus
Pertemuan keduanya terjadi di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara Nomor 4, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (10/7/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno mengaku jarang sekali bertemu dengan pasangannya ketika menjalani kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu.
Alasannya, karena dirinya maupun mantan Danjen Kopassus itu sibuk dengan agenda kerja masing-masing Kementerian yang dipimpin keduanya.
"Enggak ada, kita cuma kangen-kangenan saja, kita sangat rindu, Pak Prabowo dan saya jarang sekali bertemu, tugas kita sangat berbeda," ungkap Sandiaga Uno saat menjawab pertanyaan wartawan ketika berkunjung ke Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (12/7/2022).
BACA JUGA:PTUN Batalkan UMP DKI Tahun 2022, Wagub Ariza: Kita Kaji dan Evaluasi Dahulu
"Tapi hasil pertemuan itu adalah kita janjian untuk lebih sering bertemu dalam konteks membangun bangsa bersama," tambahnya.
Komitmen keduanya diungkapkan Sandiaga Uno merujuk kondisi ekonomi bangsa yang masih dalam tahap pemulihan.
Diakuinya, masyarakat, khususnya pelaku usaha kini dihadapkan dengan mahalnya komoditas pangan saat ini.
Belum lagi, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina memicu krisis energi dunia yang menurutnya berimbas langsung terhadap ekonomi bangsa.
BACA JUGA:Lokasi Penembakan Ternyata Hanya Rumah Singgah dan Isoman Irjen Ferdy Sambo
"Karena kita melihat keadaan ekonomi ini berat sekali, jadi walaupun harga komoditas meningkat, walaupun kita melihat ada sisi ekonomi yang mulai menggeliat, namun masih banyak saudara-saudara kita yang perlu dibantu dengan kegiatan memberdayakan para pelaku ekonomi, khususnya pada level UMKM," ungkap Sandiaga Uno.
"Ada krisis pangan dan krisis energi yang di depan mata, kita harus mampu tampilkan solusi-solusi yang real (nyata), solusi-solusi konkret, sehingga kehadiran kita menjadi wujud kepedulian kita terhadap ekonomi masyarakat yang masih perlu bantuan," paparnya.