"Kalau tidak ada laporan, terus kami juga kesulitan hendak memeriksa seseorang yang konon menjadi korban. Seringkali korban tidak memperhatikan ciri-ciri pelaku," ujarnya.
Polisi sebenarnya sudah berinisiatif mendatangi korban. Namun seringkali mereka gagal menggali informasi lebih dalam karena ketika korban diminta menjelaskan ciri-ciri pelaku, korban lebih sering mengaku tidak mengetahuinya'.
Saat ditanya secara mendetil terkait kendaraan yang digunakan pelaku, korban biasanya hanya bisa menyebut merknya saja. Sementara nomor polisi dan ciri-ciri kendaraannya, korban tidak bisa menjelaskan.
"Dari keterangan para korban memang pelaku memakai motor vario helm Honda dan plat nomor belakang dicopot,"ujar dia.
Upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan. Di mana sudah berbulan-bulan mereka melakukan patroli dan pengintaian. Namun sampai saat ini belum bisa mengamankan karena aksi pelaku ini dilakukan secara acak baik tempat ataupun lokasinya.
Agus menambahkan, pihaknya sudah pernah menemukan plat nomor kendaraan terduga pelaku. Hanya saja kala dicek, nomor itu tidak sinkron dengan data identitas pemilik.
"Nomor pelat kami pernah dapat. Tapi pas dicek enggak ada, kosong. Ga sesuai riilnya. Itu sangat merepotkan," tutup dia.
(Fahmi Firdaus )