JAKARTA - Ribuan massa buruh dari sejumlah aliansi masih memadati depan Gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022) sore. Diketahui massa buruh menuntut agar UU Omnibus Law dicabut dan harga bahan pokok diturunkan.
Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dari arah Cawang-Semanggi menuju Slipi, Jakarta Barat.
BACA JUGA:Temui Massa Buruh, Sejumlah Anggota DPD Naik Mobil Komando
Lalu lintas Jalan Gatot Subroto dari arah Cawang-Semanggi dibelokkan ke kiri Jalan Gerbang Pemuda. Arus lalu lintas dari arah Jalan Gerbang Pemuda mengarah ke Jalan Gatot Subroto diputarbalik di kolong Layang Ladogi.
Kemudian, arus lalu lintas dari arah Tol Dalam Kota yang akan keluar di offramp Pulo Dua Senayan diteruskan ke arah Tomang. Pojokan Manggala Wanabakti Kementerian KLHK dari Timur ke Barat mengarah ke Slipi dan yang mengarah ke Stasiun Palmerah Ditutup.
Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur menuju Jalan Gelora diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar. Selanjutnya, arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika menuju Jalan Gelora di belok ke kanan ke Jalan Gerbang Pemuda. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda dibelokkan ke kiri Jalan Asia Afrika.
BACA JUGA:Buruh Pingsan di Depan Gedung DPR, Diduga Kelelahan Usai Long March dari Bandung
Ribuan massa buruh dari sejumlah aliansi serta sejumlah mahasiswa masih melakukan orasi di depan Gedung DPR-MPR.
Sebelumnya, perwakilan senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menemui massa buruh dan secara tegas ingin UU Omnibus Law dicabut.
"Hanya satu kata kami dari Ketua Komite 1 Wakil Komite 4, Wakil Ketua Komite 2 cabut Omnibus Law. DPD menolak Omnibus Law. Hanya satu kata lawan dan tolak," kata senator DPD RI Aceh, Fachrul Razi kepada massa buruh di atas mobil komando.
(Arief Setyadi )