Kini, bersama pihak sekolah, Dinas Pendidikan tengah menghitung kerugian. Karena harus ada kecocokan data antara kondisi riil dengan yang ada dalam data. Sehingga sampai saat ini memang belum diketahui kerugiannya.
Ia menyebutkan, sekolah ini akan dibangun kembali menggunakan anggaran perubahan. Nanti pada anggaran perubahan, pihaknya akan berusaha untuk mendorong pembangunan kelas sehingga sekolah ini berfungsi kembali.
"Kebetulan saat ini baru penyusunan APBD Perubahan," katanya.
Ery menambahkan untuk dugaan awal penyebab kebakaran tersebut adalah karena konsleting listrik. Namun untuk kepastiannya memang menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak yang berwajib
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Delegan 1, Sartono mengungkapkan kerugian memang belum bisa ditaksir karena peristiwa baru terjadi tadi malam. Di samping memang harus melihat data yang mereka miliki terlebih dahulu.
Kendali belum dihitung, namun kerugian yang tampak terlihat adalah komputer untuk pembelajaran para siswa yang berada di laboratorium komputer. Ada 16 komputer yang ready, 12 komputer rusak, 1 server piano atau organ tunggal dan radio wireless.
"Komputer yang rusak itu rencananya baru akan dilakukan penghapusan tahun depan. Semua barang elektronik sekolah juga terbakar," ujar dia.
(Erha Aprili Ramadhoni)