PRESIDEN pertama Indoneisa, Soekarno, tumbuh sebagaI remaja yang berani dan percaya diri, termasuk dalam hal percintaan.
Pada saat usianya 14 tahun, Soekarno tertarik pada teman sekolahnya yang dijuluki ‘noni Belanda’ bernama Mien Hessels.
Soekarno mengaku satu-satunya jalan yang ia ketahui untuk mendapatkan keunggulan dari bangsa kulit putiih adalah dalam percintaan.
"Hanya inilah satu- satunya jalan yang kuketahui untuk memperoleh keunggulan terhadap bangsa kulit putih," katanya.
Pada waktu itu, Soekarno pernah mendatangi orangtua Mien, namun ia disambut secara kasar.
"Kamu inlander kotor, kenapa kamu berani mendekati anakku? Keluar!" ujar Tuan Hessels, ayah Mien.