Kesepakatan Tercapai, Keluarga Korban Pembantaian Olimpiade Munich Akan Terima Kompensasi Rp417 Miliar

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 01 September 2022 10:15 WIB
Penyanderaan Olimpiade Munich 1972. (Foto: Getty Images)
Share :

MUNICH - Jerman telah menyetujui kesepakatan kompensasi dengan kerabat warga Israel yang tewas selama serangan di Olimpiade Munich 1972.

Sebelas atlet Israel tewas setelah disandera oleh anggota kelompok militan Palestina.

BACA JUGA: Serangan September Hitam di Olimpiade Munich 1972

Dilaporkan BBC, kesepakatan senilai €28 juta (sekira Rp417 miliar) dicapai beberapa hari sebelum peringatan 50 tahun tragedi itu.

Keluarga para korban awal bulan ini mengancam akan memboikot peringatan tragedi tersebut, dengan mengatakan jumlah kompensasi yang ditawarkan Jerman terlalu rendah.

Presiden Israel Isaac Herzog menyambut baik kesepakatan itu, menyebutnya sebagai "langkah penting oleh pemerintah Jerman".

BACA JUGA: IOC Tolak Peringati 40 Tahun Tragedi Munich

Pembantaian Munich pada 5 September 1972 adalah salah satu babak tergelap dalam sejarah Olimpiade. Saat itu, anggota tim Israel disandera di dalam desa Olimpiade oleh orang-orang bersenjata Palestina dari kelompok September Hitam.

Dua orang langsung ditembak mati, sementara yang lain tewas dalam baku tembak dengan polisi Jerman Barat di lapangan terbang terdekat, ketika para militan mencoba membawa mereka keluar dari negara itu.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Herzog mengatakan mereka "senang dan lega" bahwa kesepakatan tentang klarifikasi sejarah telah tercapai.

Jerman juga mengatakan akan mendeklasifikasi dokumen yang terkait dengan penyanderaan dan operasi penyelamatan yang gagal.

Selama bertahun-tahun, keluarga korban menyalahkan pihak berwenang Jerman karena tidak berbuat cukup untuk melindungi atlet dan gagal transparan tentang kekurangan keamanannya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya