JAKARTA - Sejak tahun 1978, Sultan Hamengku Buwono IX telah mengundurkan diri dari jabatan resmi terakhir sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia (RI). Alasannya, karenaia ingin hidup tenang.
Benar, bahwa untuk kesehatan matanya secara periodik ia harus mengalami pemeriksaan oleh para dokternya di luar negeri.
Namun, untuk selebihnya ia masih cukup kuat untuk melakukan berbagai kegiatan.
“Bagian terbesar waktu saya kini ingin saya curahkan untuk membina orang muda di bidang olahraga. Banyak cabang olahraga kita telah menunjukkan prestasi yang baik, tetapi masih banyak lagi yang periu peningkatan agar Indonesia dapat lebih banyak ikut bicara di gelang- gang internasional," kata Sultan Hamengku Buwono IX dengan penuh semangat sewaktu a menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat, demikian terungkap dalam buku berjudul "Takhta Untuk Rakyat : Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX".
Rasa kecintaannya terhadap olahraga sejak kecil dapat berlanjut terus sampai masa senja dirinya.
Kini sudah waktunya kalangan luas mengetahui lebih banyak tentang dirinya, mengenai pribadinya, perjuangannya, dan karirnya.
Mereka yang dekat dengan Sri Sultan sudah memahami bahwa Hamengku Buwono IX kurang menyukai publisitas.
la bahkan boleh dibilang "alergi" terhadap segala bentuk wawancara mengenai dirinya. Beberapa penulis yang ingin mengadakan wawancara untuk penulisan biografinya selalu mendapat janji manis dari dirinya.
"Ah, buat apa, nanti sajalah... Janji,nanti sajalah,” tuturnya.
Mungkin baru sekarang ini untuk pertama kali terlaksana wawancara mengenai biografinya.
Pertanyaan-pertanyaan para anggota panitia penerbitan buku ini berada disekitar kehidupan masa kecilnya, masa mudanya, masa perjuangan, pembinaan kariernya, baik sebagai anggota pemerintah pusat maupun sebagai Kepala Daerah Istimewa.
(Widi Agustian)