la bahkan boleh dibilang "alergi" terhadap segala bentuk wawancara mengenai dirinya. Beberapa penulis yang ingin mengadakan wawancara untuk penulisan biografinya selalu mendapat janji manis dari dirinya.
"Ah, buat apa, nanti sajalah... Janji,nanti sajalah,” tuturnya.
Mungkin baru sekarang ini untuk pertama kali terlaksana wawancara mengenai biografinya.
Pertanyaan-pertanyaan para anggota panitia penerbitan buku ini berada disekitar kehidupan masa kecilnya, masa mudanya, masa perjuangan, pembinaan kariernya, baik sebagai anggota pemerintah pusat maupun sebagai Kepala Daerah Istimewa.
(Widi Agustian)