Namun, saat akad nikah hendak dilaksanakan, terjadi ketegangan antar Soekarno dengan penghulu. Masalahnya bisa dikatakan sepele, hanya karena pakaian Soekarno yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan Islam saat itu.
"Tuan Kadi, saya tahu bahwa dulu mempelai laki-laki hanya memakai pakaian Bumiputera, yaitu sarung. Tetapi, itu cara lama, aturannya sekarang sudah diperbarui,” kata Soekarno dengan suara lantang, dikutip dari buku Soekarno Fatmawati.
Akhirnya Soekarno mengalah, pernikahan tersebut kemudian dilangsungkan kembali hingga mereka resmi menjadi sepasang suami-istri.
(Widi Agustian)