"Bagaimana para pendiri bangsa dengan latar belakang ideologi, sekolah, suku, maupun agama bersatu untuk berdirinya Indonesia," urainya.
TGB melanjutkan, kader Partai Perindo tak boleh terpecah belah seperti disampaikan dalam Alquran. Kitab suci agama yang lain pun menyampaikan yang sama.
Selain itu, lanjut TGB, tak boleh mengklaim kelompoknya paling berjasa. Menyebut yang paling benar. Bila ini berjalan, maka akan gagal untuk mencapai tujuan sebagai bangsa.
"Hilang marwah di depan bangsa lain. Dilecehkan sebagai bangsa karena mengesampingkan nilai (kebersamaan)," ujarnya.
TGB berpesan supaya mengejar kekuasaan tak menghalalkan segala cara. Seni mengejar kekuasaan seringkali membutakan diri. Terlena atas nama kekusaan.
" Ujung-ujungnya menjadikan konflik dan perpecahan. Hal ini jangan sampai terjadi," pesannya.
(Khafid Mardiyansyah)