“Corak mahasiswa jangan sampai terjebak dalam paradigma kapitalistik atau teoritisi globalisasi yang tendensius. Yang hanya berfungsi sebagai lulusan-lulusan calon-calon buruh sesuai dengan permintaan “pasar,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Putri Khairunissa menuturkan, selain kreatifitas, berdaya produtif, mahasiswa atau kalangan muda boleh saja menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Namun jangan lupa, penguatan karakter adalah pilarnya. Sehingga dapat bersikap respect, responsibility, civic duty-citizensip, caring dan seterusnya sikap keberpihakan lain.
(Khafid Mardiyansyah)