"Para konstituen partai nampaknya mengkhawatirkan apabila tokoh sentral partainya tidak maju sebagai capres dapat berpengaruh pada merosotnya suara partai mereka pada Pileg 2024. Sebagai gambaran, perolehan suara Partai Golkar terus anjlok saat partai ini tidak memajukan kadernya sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2014 dan 2019," kata Zaki.
BACA JUGA:Survei POLSTAT Ungkap Capres Terkuat, Elektabilitas Prabowo Terus di Puncak
Untuk diketahui, populasi survei Polstat kali ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang sudah punya hak pilih atau 17 tahun ke atas dengan jumlah sampel sebesar 1.200 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-state random sampling).
Batas kesalahan (margin of error)+/- 2,83% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka yang dilaksanakan oleh tenaga terlatih dengan panduan kuesioner.
(Nanda Aria)