JAKARTA - Empat tahun lalu tepatnya 28 September 2019 sore, masyarakat Indonesia diguncang kesedihan mendalam atas gempa dan tsunami. Bencana alam dahsyat itu menghantam Palu, Sigi, Parigi Moutong, dan Donggala.
Sebelum terjadi tsunami, gempa pertama terjadi pada pukul 14.00 WIB. Kemudian, gempa bermagnitudo 7,4 kembali mengguncang Kota Palu dan Donggala pada pukul 17.04 WIB.
Pusat gempat terjadi pada kedalaman 10 km yang jaraknya 27 km di sebelah timur laut Donggala. Setelah gempa tersebut, bencana tsunami mulai terjadi ke perairan di Teluk Palu pada 17.22 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan status tsunami siaga dan waspada sebelum terjadi tsunami.
Baca juga: Peringati 3 Tahun Bencana Palu, Ratusan Warga Ziarah ke Pemakaman Massal
Tinggi tsunami hampir 6 meter datang dengan kecepatan 800 km/jam dan memporak-porandakan apa saja yang diterjangnya.
Penyebaran titik genangan tertinggi terdapat di dekat Sungai Palu yakni 5,55 meter. Selain itu, jarak maksimum rendaman sekitar 500 meter di sepanjang Sungai Palu.
Di bagian Donggala timur, titik genangan mencapai 1,8 sampai 0,7 m. Namun, tidak ada jejak tsunami yang terlihat.