Atas hal itulah dia dendam dan merakit bom. Dia membeli bahan bahan peledak dan dirakitnya dengan cara belajar melalui google dan YouTube. Dia membeli bahan peledak seperti kabel kabel, jam digital, belerang, pupuk, arang, soldet baterai, timbangan.
Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan menambahkan bahwa tersangka sudah kali melakukan uji coba meledak bom.
September 2022, pelaku mencoba merakit dan mencampurkan semua bahan peledak tersebut ke dalam wadah ember. Setelah tercampur merata, dimasukkan ke dalam botol bekas yang berisikan bahan peledak, dan pelaku mulai membakarnya. Pada percobaan tersebut, mengeluarkan bunyi namun tidak begitu kuat.
Tidak berapa lama kembali dilakukan uji coba yang kedua. Pelaku menggunakan kabel listrik yang sudah dipisahkan kedua sisinya. Kemudian memasukkan ke dalam botol melalui lubang tutup botol dan pelaku memposisikan ujung kabel menyentuh bahan peledak yang sudah dicampurkan ke dalam botol tersebut.