PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) berangkat ke Malang pada Rabu 5 Oktober 2022 siang, usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI ke 77 di Istana Merdeka. Di Malang, Jokowi diagendakan bakal memberikan santunan kepada ahli waris korban dan menjenguk korban tragedi Kanjuruhan.
Berikut 5 fakta Presiden Jokowi temui korban Tragedi Kunjuruhan:
1. Biaya RS Ditanggung Pemerintah dan Pastikan Dapat Perawatan Terbaik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa seluruh biaya korban tragedi Kanjuruhan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar, Kota Malang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
BACA JUGA:Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Dalami Perencanaan Pengamanan Stadion
"Tadi saya juga menyampaikan kepada pasien korban bahwa seluruh biaya untuk perawtan ditanggung oleh pemerintah dan pemerintah daerah," tegas Jokowi dalam keterangannya dalam jumpa pers secara daring, Rabu (5/10/2022).
"Baru saja saya menjeguk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Saya ingin memastikan bahwa yang dirawat di rumah sakit ini mendapatkan pelayanan yang paling baik," ujar Jokowi.
BACA JUGA:Jokowi: Problem Tragedi Kanjuruhan Ada di Pintu Stadion yang Terkunci
Jokowi mengaku berbincang-bincang dengan para korban untuk mengetahui situasi sebenarnya pada saat malam usai pertandingan Arema FC lawan Persebaya Surabaya itu.
2. Keluarga Korban Dapat Santunan
Presiden Jokowi juga memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal akibat tragedi Kanjuruhan. Dirinya berharap santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga.
"Dan juga tadi sudah kita sampaikan, sedikit santunan kepada korban yang meninggal saya tahu tidak hanya dari pemerintah pusat, tapi juga pemerintah provinsi, pemerintah, kota Malang, kemudian Bank Jatim juga telah memberikan santunan itu yang bisa meringankan beban dari keluarga dan kerabat korban," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Polri menyatakan korban jiwa dalam Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, sebanyak 131 orang. Jumlah tersebut telah diperbarui dari data sebelumnya sebanyak 125 jiwa.