4 Kisah Sadis TKI di Luar Negeri, Nomor 1 Tidak Diberi Makan 8 Hari dan Wajahnya Dibakar

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Minggu 09 Oktober 2022 07:05 WIB
Foto: Okezone
Share :

TENAGA Kerja Indonesia memilih bekerja di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi, banyak hal-hal buruk yang dialami TKI ketika sedang menjalankan pekerjaannya di sana, bahkan sampai mendapat perlakuan yang tidak layak dari majikannya. Berikut adalah kasus kekerasan yang terjadi terhadap TKI Indonesia di berbagai negara.

1. Penyiksaan TKI Asal Cirebon di Malaysia

MH, TKI perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikannya. Pada 2020 MH (26) diketahui mendapat siksaan hampir setiap hari oleh majikannya, bahkan sampai ditelantarkan di luar rumah selama delapan hari tanpa diberi makan.

(Baca juga: Deretan Negara yang Banyak Pekerja Migran Asal Indonesia Meninggal)

MH ditemukan oleh pihak berwenang dengan kondisi yang mengerikan dengan luka di sekujur tubuhnya, sayatan pisau di bagian dagu dan telapak tangannya, kemudian luka bakar di wajah, badan, kaki kiri, dan dada. Hal itu terjadi karena majikannya menggunakan pisau, tangga kayu, gunting, kursi, tongkat rotan, dan pot untuk melakukan kekerasan tersebut.

2. Penyiksaan TKI di Arab Saudi

R (32), TKI perempuan asal Kota Serang, Banten mendapatkan perlakuan tidak mengenakan ketika sedang bekerja di Arab Saudi. Sebagaimana diberitakan Okezone (6/9/2022), R mengunggah video rekaman dirinya yang mengeluh ingin minta dipulangkan ke Tanah Air.

Di rekaman video tersebut, ia juga memperlihatkan luka lebam di bagian lengan dan jari kaki lebam diduga diinjak dengan kursi oleh majikannya. Selain disiksa, Ratih yang sudah bekerja selama tujuh bulan tidak diberikan gaji oleh majikannya. Pihak keluarga Ratih yang berada di Indonesia pun dengan segera meminta kepulangan putrinya tersebut.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya