TEPI BARAT - Mayat Ahmad Abu Murkhiyeh, dengan kepala terpenggal, ditemukan di sisi jalan di Tepi Barat yang diduduki Israel Jumat (7/10/2022)). Temuan ini awalnya dikira sebagai pembunuhan kejam terhadap warga Palestina. Tetapi informasi berikutnya – bahwa Murkhiyeh adalah seorang laki-laki gay yang takut dianiaya karena seksualitasnya dan kemudian mencari suaka ke Israel dua tahun lalu – membuat kasus ini berkelindan dengan isu sosial dan politik.
Belum jelas bagaimana mayat Murkhiyeh bisa berakhir di Hebron, sebuah kota konservatif di Tepi Barat yang telah ditinggalkannya.
Rita Petrenko, pendiri Al Bait Al Mokhtalef, sebuah organisasi hak-hak gay Israel yang melayani komunitas Arab di kawasan itu, mengatakan ketika ia bertemu Murkhiyeh pada 2020, ketakutan yang dirasakan laki-laki gay itu sangat jelas dan membuatnya ingin mencari perlindungan ke luar negeri.
“Satu setengah tahun lalu kami mengajukan permintaan ke PBB untuk membantunya pergi ke negara lain, biasanya ke Kanada yang memang menerima pencari suaka kami. Murkhiyeh ada dalam daftar tunggu dan ia harus menunggu lama karena memang daftarnya sangat panjang,” ujar Petrenko sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Murkhiyeh terpental dari satu tempat perlindungan ke tempat perlindungan lain. Sesekali ia bekerja di restoran di Tel Aviv, sementara Petrenko membantunya mengajukan permohonan pemukiman kembali ke Kanada.
Kepada Associated Press, Petrenko menegaskan bahwa Murkhiyeh tidak memiliki prospek di Israel.