Pria Gay Palestina Tewas dengan Kepala Terpenggal, Buat Syok Teman dan Kelompok LGBTQ

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 12:53 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

Hanya beberapa jam sebelum Ahmad Abu Murkhiyeh dibunuh, ia sempat berbicara dengan para sukarelawan di tempat penampungannya di Tel Aviv ketika ia check-in reguler, ujar Petrenko. Tidak ada yang berbeda karena ia memang biasa mendaftar untuk memastikan keberadaannya. Keesokan harinya kabar pemenggalannya mendominasi media.

Kesedihan tampak menyelimuti tempat penampungan di mana ia biasanya berada. Para staf menyalakan lilin baginya.

Petrenko mengatakan ia tidak tahu bagaimana mayat Murkhiyeh bisa berada di Hebron.

Kekerasan dan Pengucilan

Orang gay Palestina cenderung sangat hati-hati karena mereka takut menarik perhatian yang tidak diinginkan dari komunitas konservatif di sekitarnya dan mendapat reaksi balik dari pihak berwenang.

Foto: Reuters.

Polisi Otoritas Palestina pada 2019 melarang kelompok-kelompok hak gay dan transgender melangsungkan acara di Tepi Barat, dan mengancam akan menangkap peserta.

Kekerasan dan pengucilan juga dirasakan orang gay dalam minoritas Arab-Israel.

Orang gay Palestina yang tinggal di Tepi Barat, seperti Murkhiyeh, telah menyeberang ke Israel agar dapat hidup secara terbuka.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya