Hanya beberapa jam sebelum Ahmad Abu Murkhiyeh dibunuh, ia sempat berbicara dengan para sukarelawan di tempat penampungannya di Tel Aviv ketika ia check-in reguler, ujar Petrenko. Tidak ada yang berbeda karena ia memang biasa mendaftar untuk memastikan keberadaannya. Keesokan harinya kabar pemenggalannya mendominasi media.
Kesedihan tampak menyelimuti tempat penampungan di mana ia biasanya berada. Para staf menyalakan lilin baginya.
Petrenko mengatakan ia tidak tahu bagaimana mayat Murkhiyeh bisa berada di Hebron.
Kekerasan dan Pengucilan
Orang gay Palestina cenderung sangat hati-hati karena mereka takut menarik perhatian yang tidak diinginkan dari komunitas konservatif di sekitarnya dan mendapat reaksi balik dari pihak berwenang.
Foto: Reuters.
Polisi Otoritas Palestina pada 2019 melarang kelompok-kelompok hak gay dan transgender melangsungkan acara di Tepi Barat, dan mengancam akan menangkap peserta.
Kekerasan dan pengucilan juga dirasakan orang gay dalam minoritas Arab-Israel.
Orang gay Palestina yang tinggal di Tepi Barat, seperti Murkhiyeh, telah menyeberang ke Israel agar dapat hidup secara terbuka.