Ledakan Jembatan Krimea, Penyelam Rusia Periksa Kerusakan

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 12:58 WIB
Helikoter menjatuhkan air untuk memadamkan api akibat ledakan di Jembatan Krimea (Foto: Reuters)
Share :

RUSIA - Para penyelam Rusia memulai pemeriksaan lebih lengkap atas kerusakan yang diakibatkan ledakan di jembatan Krimea pada Sabtu (8/10/2022) di jalan dan jembatan rel yang menghubungkan Krimea yang diduduki dengan Rusia.

Meskipun lalu lintas terbatas telah dilanjutkan di sepanjang satu jalur, namun sebagian jembatan runtuh akibat ledakan. Keamanan juga sudah diperketat. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan penyelidikan penuh.

Dikutip BBC, Putin menuduh Ukraina menyerang jembatan ke Krimea yang dicaplok Rusia, dengan mengatakan bahwa itu adalah "tindakan terorisme".

Putin mengatakan serangan pasukan intelijen Ukraina bertujuan untuk menghancurkan bagian penting dari infrastruktur sipil Rusia.

Baca juga: Ledakan Jembatan Krimea, Putin Tuduh Ukraina Lakukan Tindakan Terorisme

Hal ini diungkapkan Putin saat berbicara pada pertemuan dengan kepala Komite Investigasi Rusia, Alexander Bastrykin.

Baca juga: Jembatan Krimea Meledak, Tiga Orang Tewas

Seperti diketahui, sebuah truk meledak di jembatan yang menghubungkan Rusia dengan Krimea. Dalam peristiwa itu tiga orang dikabarkan tewas.

 Ledakan truk itu merobek jembatan sepanjang 19 kilometer. Namun, pihak berwenang setempat mengatakan, jembatan itu telah dibuka kembali untuk kendaraan bermotor tetapi dengan melewati pemeriksaan yang ketat.

Rekaman media sosial yang dramatis menunjukkan sejumlah bagian dari jembatan terbakar yang jatuh ke air. Penyelidik Rusia mengatakan, tiga orang tewas dan dua mayat.

Para korban berada di mobil terdekat ketika sebuah truk meledak, kata para pejabat Rusia.

"Tidak diragukan lagi, ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia," terang Putin,  dikutip BBC.

"Penulis, pelaku, dan penerima manfaat adalah dinas keamanan Ukraina,” lanjutnya.

Bastrykin mengatakan bahwa warga Rusia dan beberapa negara asing telah membantu persiapan serangan itu.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya