"Inilah yang kemudian kita kenal atau kita ketahui dengan skenario tembak-menembak yang tujuannya pada saat itu adalah untuk menyelamatkan RE yang diduga melakukan penembakan sebelumnya, dan juga tujuannya pada saat itu adalah seolah-olah memang terjadi tembak menembak," tambahnya.
Kemudian, Sambo meminta para ajudannya, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan sopirnya Kuat Maruf untuk bersaksi seolah-olah peristiwa penembakan itu terjadi.
"Nanti dalam bukti-bukti yang lebih rinci baru bisa kami sampaikan di persidangan, peristiwanya sebenarnya terjadi di Magelang pada 7 Juli 2022 tapi seolah-olah dipindahkan lokasinya ke Duren Tiga demi mendukung skenario tembak-menembak tersebut," jelasnya.
Kemudian, ada proses pengambilan CCTV di pos Satpam rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Kemudian FS menyampaikan cerita versi nomor 3 tadi terkait pemindahan peristiwa di Magelang ke Duren Tiga kepada penyidik dan rekan-rekan sejawat yang lainnya," pungkasnya.
Baca juga: 5 Fakta Kasus Jet Pribadi Brigjen Hendra, 8 Polisi Sudah Diperiksa
(Fakhrizal Fakhri )