Sebetulnya bukan bom gas air mata yang bisa ditembakan senjata itu tapi juga peluru sungguhan. Namun, militer Israel mengatakan, mereka hanya melengkapi robot senjata itu dengan peluru berujung spons yang tidak mematikan.
Robot senjata sebetulnya semakin sering digunakan di berbagai penjuru dunia, dan drone merupakan jenis yang paling banyak dimanfaatkan.
Senjata yang dikendalikan dari jarak jauh seperti yang dioperasikan Israel di Tepi Barat sendiri telah lama digunakan Amerika Serikat (AS) di Irak, Korea Selatan, tepatnya di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara dan oleh pemberontak Suriah.
Robot senjata itu dibuat oleh Smart Shooter, sebuah perusahaan yang menawarkan kontrak senjata dengan puluhan militer di berbagai penjuru dunia. CEO Smart Shooter, Michal Mor mengatakan senjata itu tidak sepenuhnya bisa beroperasi sendiri dan membutuhkan pemilihan target dan amunisi oleh manusia.