JAKARTA - Menjalin hubungan baik dengan negara lain di dunia diperlukan guna menjaga perdamaian hingga memenuhi kebutuhan satu sama lain. Selain itu juga dapat mencegah terjadi perang antarnegara.
Namun terdapat sejumlah negara yang merupakan musuh bebuyutan. Mereka bermusuhan karena isu politis hingga perebutan wilayah.
1. Rusia-Ukraina
Rusia dan Ukraina adalah dua negara yang merupakan musuh bebuyutan. Diketahui, Rusia telah menginvasi Ukraina sejak Februari 2022. Rusia melancarkan serangan ke Ukraina dengan beberapa alasan. Di antaranya, Rusia tidak menginginkan Ukraina bergabung dengan NATO. Apabila hal tersebut terjadi, maka akan menjadi ancaman bagi Rusia.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada 2014, Rusia juga menginvasi Ukraina dengan mencaplok Krimea. Krimea merupakan wilayah di Ukraina selatan. Wilayah Krimea mempunyai letak geopolitik strategis yang dimanfaatkan Rusia.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan para pejabat Rusia telah mulai "mempersiapkan masyarakat mereka" untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir, tetapi dia tidak yakin Rusia siap menggunakannya.
(Baca juga: Presiden Ukraina: Rusia Siap Perang Nuklir, Dunia Harus Segera Menghentikan)
2. Israel-Iran
Awalnya Israel dan Iran menjalin hubungan yang baik. Namun hubungan kedua negara ini pecah usai monarki digulingkan pada 1979. Saat itu, Iran melabeli Israel sebagai setan kecil. Ketegangan antara kedua negara ini makin terasa setelah Israel menginvasi Libanon pada 1982. Dalam beberapa dekade, permusuhan antara Israel dan Iran meningkat.
Pada 2015, Iran menyetujui perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Jerman, Rusia. Israel pun menentang kesepakatan tersebut. Bagi Israel, Iran harus ditekan. Hal ini agar tidak tidak tercipta ruang untuk mengembangkan nuklir. Kemudian ketegangan Israel dan Iran muncul pada Februari 2021. Ketika itu, Iran mengancam akan menghancurkan Israel apabila mengganggu kepentingan Teheran.