Kurang dari 200 tahun kemudian, Kaisar Theodosius II memerintahkan sebuah gereja untuk dibangun di atas lokasi di mana gereja Nicholas berada, dan jenazahnya dipindahkan ke sebuah makam di dalam gereja baru tersebut.Gereja itu dijarah dua kali oleh para pelaut Italia, yang dengan berbagai cara membawa tulang-tulang yang mereka yakini milik Santo Nikolas ke Bari dan Venesia.
Santo Nikolas kemudian ditetapkan sebagai Santo Pelindung Anak-anak oleh Gereja Katolik, dan reputasinya kemudian menjadi inspirasi bagi kisah Sinterklas Belanda, yang pada gilirannya mengilhami Santa Claus modern. Hari kematiannya, 6 Desember, dirayakan di banyak negara Eropa sebagai Hari Santo Nikolas, dan secara tradisional merupakan hari raya.
(Rahman Asmardika)