Aksi pasukan baret merah ini pun langsung mendapat pengakuan dunia internasional. Bahkan, Kopassandha disejajarkan dengan pasukan elite dunia seperti GSG 9 (Jerman) dan Mossad (Israel).
Setelah mengikuti Operasi Woyla, karier Kuntara pun melesat. Sebelum menjadi Danjen Kopassus, Letjen TNI Purn Kuntara menjabat Wadanjen Kopassus pada tahun 1986-1987.
Kuntara juga pernah menjabat Wadanjen Kopassandha pada tahun 1983-1986. Pascapensiun dari TNI, Kuntara yang fasih berbahasa Mandarin ini, kemudian dipercaya untuk menjabat Duta Besar (Dubes) China pada 1997 sampai 2001.
Letjen TNI (Purn) Kuntara meninggal dunia di usia 82 tahun karena sakit pada Sabtu 21 Agustus 2021. Kuntara meninggal di Rumah Sakit Gatot Soebroto Jakarta, sekitar pukul 06.10 WIB pagi.
(Fahmi Firdaus )