JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tidak membutuhkan waktu lama untuk menempuh sejumlah langkah strategis. Mengingat ia sebelumnya pernah bekerja di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Heru juga melakukan blusukan dan menemui sejumlah tokoh.
Salah satu kebijakan yang mulai dilakukan Heru Budi Hartono adalah memetakan sejumlah strategi pengendalian banjir dengan membangun infrastruktur hingga memperkuat pompa penyedotan air di kawasan Ibu Kota.
(Baca juga: Temui Menteri BUMN, Pj Gubernur Heru Bahas Integrasi Transportasi Umum)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lantas memastikan akan membangun waduk di sekitaran kawasan Jakarta Barat hingga bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan Pantai Utara.
Heru Budi Hartono juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri kabinet. Salah satunya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Heru menyebut pertemuan dalam rangka meminta arahan dan mensinkronisasikan proyek dan program kerja sama antara Pemprov DKI dengan Kementerian BUMN salah satunya pembangunan Transportasi publik di Jakarta.
“Saya sebagai Pj Gubernur meminta arahan dan mensinergikan apa yang bisa kami lakukan untuk publik kami Pemda untuk mempercepat (pembangunan) transportasi umum dan lain lain dan sudah ada tahapan tahapannya," ujar Heru, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Erick Thohir menyebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) transportasi yang dimiliki BUMN perlu ditingkatkan kerja sama dengan Pemprov DKI.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk mensikronisasikan yang namanya transportasi yang dimiliki BUMN yang inilah salah satunya Pak Heru hadir di sini untuk memastikan dan meningkatkan kerjasama yang sudah terjadi antara Pemerintah DKI dan tentu kami BUMN," ujar Erick.
"Kan di depan Sarinah ada jembatan kurang bagus itu kalau bisa kita perbaiki, karena Sarinah sampai Monas ini kita akan menjadi publik area yang maksimal," sambung Erick.
Erick memaparkan, kawasan area tersebut akan menjadi pusat kota baru. Tujuannya untuk mengurangi beban pusat bisnis di satu titik. Nantinya, memungkinkan Kementerian BUMN dan Pemprov DKI akan menyinergikan aset-aset yang ada.
"Ini area yang akan jadi city center baru. Kalau memang bisa sinergikan aset DKI dan BUMN yang sangat besar. Ini dari sarinah sampai sini jadi aset yang besar. Sebuah city center baru supaya kita mengurangi beban dari pusat bisnis di satu titik," jelasnya.