Pengertian luas itu mencakup pengetahuan dan pergaulan. Sementara luwes diharapkan bahwa pemimpin tersebut tidak kaku ataupun terlalu eksklusif.
Abdul Mu’ti juga mengatakan bahwa kita ingin pemimpin Muhammadiyah punya sikap terbuka, toleransi, dan akomodasi yang tinggi terhadap internal dan dapat membangun relasi eksternal di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Siapapun yang menjadi ketua umum atau sekretaris umum atau pimpinan lainnya, bagi Muhammadiyah adalah sebuah amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” jelas Abdul Mu’ti.
(Khafid Mardiyansyah)