Perang Jenderal di Kerajaan Majapahit saat Pemberontakan Sadeng Bergolak

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 24 Oktober 2022 06:56 WIB
Kerajaan Majapahit. (Foto: Istimewa)
Share :

AKSI perang jenderal ternyata jauh - jauh hari pernah melanda Kerajaan Majapahit. Saat itu Kerajaan Majapahit tengah menghadapi ancaman pemberontakan Sadeng. Majapahit kala itu dipimpin seorang ratu bernama Tribhuwana Tunggadewi yang belum terlalu berpengalaman menghadapi pemberontakan besar di pemerintahannya. 

Pemberontakan Sadeng terjadi pada 1221. Ketika itu Sadeng yang berada di bawah kekuasaan Majapahit terang - terangan menentang sang ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" dari Earl Drake, Sadeng negeri bawahan Majapahit di pesisir selatan mengumumkan tak mau lagi membayar upeti kepada pemerintah pusat. 

Gajah Mada pun segera berangkat bersama pasukannya ke Sadeng guna menunjukkan betapa penolakan sepihak terhadap kewajiban sebuah negeri tak bisa dibiarkan. Sebagai panglima militer di Kerajaan Majapahit, Gajah Mada telah menyiapkan dua strategi secara perundingan dan berperang, untuk menaklukkan Sadeng. 

Di sisi lain ternyata Saden Kembar, seorang bangsawan senior yang ingin menjilat ratu, ternyata sudah mengepung kota dalam waktu singkat. Laporan perjumpaan antara Gajah Mada dan Kembar di jalan amat mengusik hati. Dilaporkan pasukan Gajah Mada bertemu dengan Kembar, yang tengah berdiri di atas sebatang pohon tumbang di hutan. 

 Baca juga: Gajah Mada Dicemooh dan Ditertawakan saat Ikrarkan Sumpah Palapa

Seolah mengendarai kuda, ia berayun dan mengacungkan cambuknya. Pasukan Gajah Mada pun bertanya-tanya mengapa Kembar telah lebih dahulu menyerang pasukan Sadeng tanpa berkoordinasi dan justru memberitahukan kepada Gajah Mada untuk kembali ke ibu kota atas perintah sang ratu. 

Gayatri lantas menasehati putrinya agar mengerahkan satu regu pasukan pengawal istana dan segera berangkat ke Sadeng. Sebagai seorang ratu baru, Tribhuwana harus mengambil kendali seluruh operasi tersebut dan mencegah pertarungan terbuka antara Gajah Mada dan Kembar. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya