Program kedua yang dinilai berhasil adalah pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). “Kami menanyakan, ternyata 77 persen mayoritas masyarakat mengetahui adanya pembangunan JIS dan di antara yang tahu itu, sama dengan yang tadi 90 persen menyatakan pelaksanaan atau program ini atau kebijakan soal JIS ini dinilai baik,” ucap Djayadi. Selain JIS, pembangunan taman seperti Tebet Eco Park mendapat penilaian sangat baik sebanyak 91 persen.
Selanjutnya, program naturalisasi sungai juga direspons baik publik. 79 persen responden menilai positif program ini. Penilaian positif itu soal naturalisasi sungai yang cenderung mendapat apresiasi tinggi di kalangan perempuan, anak muda, terutama yang pos milenial.
Program revitalisasi Taman Ismail Marzuki juga diapresiasi 88,9 persen responden. Namun, program ini belum sepenuhnya diketahui publik dan itu terlihat dari 59 persen responden yang tidak tahu.
Baca juga: Keliling Jakarta Lebih Hemat dengan Tarif Integrasi JakLingko
Selanjutnya, ada juga progam kartu kejahteraan yang dinilai publik baik sangat baik dan cukup baik di angka 85,1 persen. Progam ini dinilai paling popular karena 89 masyarakat DKI Jakarta mengetahuinya. Tak hanya itu, ada juga program balap mobil Formula E yang dinilai publik positif di angka 73,6 persen dan program hunian rumah di angka 47,4 persen.
Baca juga: Pemprov DKI Berencana Buka Monas hingga Malam saat Akhir Pekan
Survei yang dilakukan Populi Center juga mengungkap tingkat kepuasan mencapai 83,5 persen atas kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam lima tahun terakhir. “Rerata tingkat kepuasan ada pada angka 7,66 (skala 1-10) dengan akumulasi skor 6-10 (positif/puas) sebesar 83,5 persen, sedangkan akumulasi skor 1-5 (negatif/tidak puas) sebesar 15,8 persen. Rerata kepuasan sedikit meningkat dibandingkan survei sebelumnya," kata peneliti Populi Center Dimas Ramadhan, soal survei yang digelar pada 9-16 Oktober 2022 ini.
Dimas menjelaskan bahwa survei ini dikerjakan dengan sampel responden tersebar secara proporsional di 60 kelurahan di Provinsi DKI Jakarta. Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) terhadap 600 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih empat persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.