3. Presiden Suriname Chandrikapersad Santokhi
Lahir tahun 1959 dari keluarga Hindu di kota Lelydorp Suriname, Chandrikapersad "Chan" Santokhi adalah mantan perwira polisi yang menjadi politisi yang terpilih sebagai presiden kesembilan di Suriname.
Sejak usia 23 tahun, Santokhi bekerja sebagai inspektur polisi, hingga diangkat menjadi kepala departemen investigasi kriminal nasional pada tahun 1989 dan dipromosikan menjadi komisaris polisi pada 1991.
Dia juga tergabung dengan Partai Reformasi Progresif dan terpilih sebagai menteri kehakiman dan polisi pada tahun 2005, setelah itu dia menjadi pusat perhatian karena melakukan tindakan keras terhadap perdagangan narkoba dan penyeludupan.
Setelah menjadi presiden, Santokhi membuat semua orang terpesona dengan mengambil sumpah dalam bahasa Sansekerta India kuno sambil memegang kitab suci Weda dan membacakan ayat-ayat bersama dengan seorang pendeta.
4. Presiden Guyana Mohamed Irfaan Ali
Lahir dalam keluarga Muslim di kota Leonora di negara Amerika Selatan Guyana, Mohamed Irfaan Ali dilantik sebagai presiden eksekutif kesembilan pada 2 Agustus 2020.
Dr. Ali meraih gelar doktor dalam perencanaan kota dan wilayah dari Universitas Hindia Barat dan menjabat sebagai manajer proyek dari Bank Pembangunan Karibia. Pada 2006, Ali terjun ke dunia politik dan menjadi anggota Majelis Nasional Guyana, mengawasi Kementerian Perumahan dan Air dan Kementerian Pariwisata dan Perdagangan.
5. Presiden Singapura Halimah Yacob
Presiden Jokowi dan Presiden SIngapura Halimah Yacob.
Halimah Yacob (58) Lahir dari ayah Muslim India dan ibu Melayu, menjadi presiden wanita pertama Singapura. Sebelumnya, dia adalah anggota Partai Aksi Rakyat Singapura (PAP).
Dia bergabung dengan politik 2001 untuk menjadi pembicara wanita pertama di parlemen Singapura. Yacob, yang menjabat sebagai presiden kedelapan Singapura sejak 2017.