JAKARTA - Inggris telah memiliki pemimpin baru setelah Rishi Sunak resmi menggantikan Elizabeth Truss sebagai perdana menteri Inggris pada Senin, (24/10/2022). Sunak, yang merupakan keturunan India, menjadi perdana menteri non-kulit putih pertama Inggris.
Terpilihnya Sunak disambut gembira oleh orang-orang di India, sebagian merasa bangga karena salah satu dari mereka berhasil memimpin Inggris, negara yang pernah menjajah India.
Tidak hanya Rishi Sunak, beberapa pemimpin dunia lain juga diketahui memiliki darah dan keturunan dari India, berikut beberapa di antaranya sebagaimana dilansir dari Sputnik:
1. Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak.
Rishi Sunak (42), seorang politikus yang menjabat sebagai Perdana Menteri Britania Raya dan Pemimpin Partai Konservatif sejak Oktober 2022.
Sunak, seorang penganut Hindu yang taat dan PM Inggris termuda dalam lebih dari 200 tahun, telah menjadi Anggota Parlemen sejak 2015 dan pertama kali menjabat sebagai kepala sekretaris perbendaharaan dari 2019 hingga 2020. Dia kemudian memegang jabatan kanselir bendahara dari 2020 hingga 2022.
BACA JUGA: Mengenal Halimah Yacob, Presiden Muslimah Berdarah Melayu Pertama Singapura
2. Presiden Mauritius Prithvirajsing Roopun
Berasal dari keluarga Hindu Arya Samaji India, Prithviraj sing Roopun, juga dikenal sebagai Pradeep Singh Roopun, telah menjabat sebagai presiden ketujuh Mauritius sejak 2019. Setelah bekerja sebagai guru matematika, Roopun mengaku berpraktik sebagai pengacara hukum pada tahun 1986.
Dia juga bekerja sebagai dosen paruh waktu di bidang hukum di Universitas Mauritius dan menjadi anggota Dewan Penguji Pendidikan Hukum sebelum bergabung dengan politik dan bersaing dalam pemilihan pertamanya pada tahun 1995.
3. Presiden Suriname Chandrikapersad Santokhi
Lahir tahun 1959 dari keluarga Hindu di kota Lelydorp Suriname, Chandrikapersad "Chan" Santokhi adalah mantan perwira polisi yang menjadi politisi yang terpilih sebagai presiden kesembilan di Suriname.
Sejak usia 23 tahun, Santokhi bekerja sebagai inspektur polisi, hingga diangkat menjadi kepala departemen investigasi kriminal nasional pada tahun 1989 dan dipromosikan menjadi komisaris polisi pada 1991.
Dia juga tergabung dengan Partai Reformasi Progresif dan terpilih sebagai menteri kehakiman dan polisi pada tahun 2005, setelah itu dia menjadi pusat perhatian karena melakukan tindakan keras terhadap perdagangan narkoba dan penyeludupan.
Setelah menjadi presiden, Santokhi membuat semua orang terpesona dengan mengambil sumpah dalam bahasa Sansekerta India kuno sambil memegang kitab suci Weda dan membacakan ayat-ayat bersama dengan seorang pendeta.
4. Presiden Guyana Mohamed Irfaan Ali
Lahir dalam keluarga Muslim di kota Leonora di negara Amerika Selatan Guyana, Mohamed Irfaan Ali dilantik sebagai presiden eksekutif kesembilan pada 2 Agustus 2020.
Dr. Ali meraih gelar doktor dalam perencanaan kota dan wilayah dari Universitas Hindia Barat dan menjabat sebagai manajer proyek dari Bank Pembangunan Karibia. Pada 2006, Ali terjun ke dunia politik dan menjadi anggota Majelis Nasional Guyana, mengawasi Kementerian Perumahan dan Air dan Kementerian Pariwisata dan Perdagangan.
5. Presiden Singapura Halimah Yacob
Presiden Jokowi dan Presiden SIngapura Halimah Yacob.
Halimah Yacob (58) Lahir dari ayah Muslim India dan ibu Melayu, menjadi presiden wanita pertama Singapura. Sebelumnya, dia adalah anggota Partai Aksi Rakyat Singapura (PAP).
Dia bergabung dengan politik 2001 untuk menjadi pembicara wanita pertama di parlemen Singapura. Yacob, yang menjabat sebagai presiden kedelapan Singapura sejak 2017.
6. Presiden Seychelles Wavel Ramkalawan
Seorang pendeta Anglikan keturunan India, Wavel sudah menjabat sebagai presiden Seychelles sejak Oktober 2020.
Lahir di Mahe, pulau utama Seychelles, Menurut laporan media, Wavel diutus sebagai imam pada tahun 1985 mengikuti studi teologi di St. Paul's Theological College, Mauritius, dan penugasannya sebagai imam yang membawa Wavel ke politik.
7. Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris
Wakil Presiden AS Kamal Harris.
Lahir di California dari keluarga migran, ayah Jamaika dan ibu India. Kamala Harris adalah wanita pertama yang menjadi wakil presiden Amerika Serikat (AS).
Menjelang pemilihan presiden 2020, Harris berbicara tentang hubungannya dengan budaya India dan menghormati warisan India.
Dia mengunjungi India untuk bertemu kakeknya, PV Gopalan, seorang pegawai negeri India dengan karir selama puluhan tahun yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan negara itu.
8. Perdana Menteri Mauritius Pravind Jugnauth
Berasal dari keluarga politisi, Pravind Jugnauth telah menjadi perdana menteri Mauritius sejak 2017, memimpin partai Militant Socialist Movement (MSM) sejak April 2003. Jugnauth lahir dalam keluarga Hindu Ahirs. Nenek moyangnya berasal dari negara bagian Uttar Pradesh, India. Pada 1870-an, kakek buyutnya bermigrasi ke Mauritius.
9. Perdana Menteri Portugal Antonio Costa
Antonio Costa menjadi perdana menteri Portugal pada 2015 dan sekarang menjalani masa jabatan ketiganya di posisi ini.
Dari keturunan Portugis dan India, Ayahnya, Orlando da Costa, adalah seorang penulis Portugis terkemuka dari Goa, dan ibunya, Maria Antónia Palla, adalah seorang jurnalis Portugis.
Meskipun Costa lahir di Maputo, ibukota Mozambik, ia dibesarkan di Goa. Keluarganya, bagaimanapun, kemudian bermigrasi ke Portugal setelah India membebaskan Goa dari pemerintahan kolonial pada 1961.
(Rahman Asmardika)