JAKARTA – Dalam memaknai Sumpah Pemuda, Pemuda Perindo mengatakan bahwa kontribusi anak muda tidak cukup hanya bersuara, namun ikut berpolitik dengan menduduki jabatan-jabatan eksekutif dan legislatif untuk kemajuan daerah dan negara.
Dengan begitu, para pemuda bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
“Anak muda ikutan berpolitik sangat baik dan sangat baik, kita penerus bangsa, warisan bangsa itu ada di kita semua. Sebagai kita bentuk ikut kontribusi jangan hanya sebagai bersuara aja tapi kita harus ikut juga duduk di situ, kita menciptakan sebuah regulasi, bagaimana sebuah negara atau sebuah daerah itu bisa lebih berkembang dan maju,” kata Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Perindo Diska Resha Putra dalam Podcast Aksi Nyata yang bertajuk “Refleksi Sumpah Pemuda, Menciptakan Pemimpin Bangsa”, Minggu (30/10/2022).
Alasannya, Diska menjelaskan, anak-anak muda ini punya inovasi sehingga perlu diwadahi dan diarahkan sejak awal. Sehingga untuk mewujudkan itu, Diska pun membagikan kiat-kiat untuk menggaet anak muda terjun ke politik.
Baca juga: Gelar Konsolidasi, DPW Perindo Sulteng Targetkan Raup Suara Terbanyak
Awalnya, ia akan menanyakan tentang tujuannya untuk sebuah hidup. Pasalnya untuk apa bisa sukses dan cerdas jika hanya untuk diri sendiri. Dia pun ingin agar bermanfaat bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.
Baca juga: DPW Perindo Sulteng Gelar Konsolidasi dan Bahas Persiapan Pemilu 2024
“Nah kenapa makanya saya tarik ada politik itu juga kayak gitu, manfaatkan orang lain untuk apa karena manfaatnya itu bisa bantu masyarakat. Nah bagaimana kalian itu bisa menciptakan atau melakukan atau berkontribusi untuk masyarakat kalian,” paparnya.
Karena, kata Diska, berpolitik itu tidak harus membuat sebuah kebijakan bagi kepentingan orang-orang tertentu padahal, tapi untuk kepentingan bersama juga. Contoh paling kecil adalah melakukan kegiatan bakti sosial, dan menciptakan kreasi di tiap bidang yang digeluti di tiap organisasi.
“Contoh juga kalian bisa melakukan kegiatan bakti sosial itu kan kegiatan sosial juga yang kalian ciptakan di setiap bidang dalam organisasi juga ada,” urai Diska.
Apalagi, Diska sendiri merasakan di lingkungan sekitarnya, ada sebagian teman-temannya yang tidak peduli bahkan egois terhadap kondisi lingkungan sekitar, bahkan untuk membantu teman yang kesulitan. Sehingga, kesadaran ini harus dipupuk sejak awal, karena kesadaran akan jati diri bangsa seperti Pancasila dan gotong royong itu hal yang penting dan dapat membuat bangsa Indonesia menjadi besar.
“Karena ke depan juga apalagi kan besok 2030 itu bonus demografi betul besar. Nah itu kayak itu betul-betul yang pemerintah itu harus sadar karena kenapa awareness itu benar-benar berpengaruh juga pada pemerintah, apabila kalau negara ini enggak maju kalau anak mudanya,” tandasnya.
(Fakhrizal Fakhri )