AKSI pembunuhan terjadi dilatarbelakangi berbagai motif. Mulai dari sakit hati, dendam, hingga karena ingin mengambil barang yang dimiliki korban. Beberapa kasus pembunuhan yang terungkap di Tanah Air bahkan dilakukan dengan sadis. Berikut sederet kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Indonesia, dilansir beragam sumber..
(Baca juga: Biadab! Ayah Tega Bunuh, Cungkil Mata hingga Potong Jari Putri Kandungnya di Depok)
1. Pembunuhan EF, Tangerang
Wanita pekerja pabrik di Tangerang bernama Eno Farihah (18) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan cangkul berada di kemaluannya. Mayat Eno ditemukan di mes karyawan tempatnya bekerja di Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Kejadian bermula pada Kamis 12 Mei 2016 malam saat korban bertemu dengan RA (16), seorang pelajar yang baru sebulan menjadi pacarnya. Keduanya bermesraan. Namun, korban menolak ajakan RA untuk berhubungan intim karena takut hamil. Penolakan itu membuat RA kesal dan kemudian keluar dari kamar.
Selanjutnya, RA bertemu Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24). Ketiganya lalu masuk ke dalam kamar korban. Imam langsung mendekap wajah korban menggunakan bantal dan menyuruh RA mencari pisau di dapur. Karena tidak menemukan pisau, Rahmat keluar dan mendapatkan cangkul. Imam menyuruh RA untuk memukul korban dengan cangkul.
Gagang cangkul tersebut yang kemudian ditemukan di kemaluan korban. Setelah Eno tewas, Rahmat merampok ponsel milik korban. Motif para pelaku melakukan pembunuhan lantaran dipicu sakit hati. Imam yang sebelumnya mencoba mendekati korban, tak pernah mendapat respons. Sedangkan Rahmat, oleh korban kerap disebut jelek.
Atas kejadian itu Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang memonis Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi dengan hukuman mati, sementara RA yang masih di bawah umur divonis 10 tahun penjara.
2. Pembunuhan Satu Keluarga, Way Kanan
Pada Oktober 2021, terjadi pembunuhan terhadap satu keluarga di Way Kanan, Lampung, tepatnya di Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin. Para korban yang terdiri dari lima orang ini dibunuh oleh pelaku E (40), yang juga anggota keluarga tersebut. Kelima korban adalah ayah, ibu tiri, kakak kandung, keponakan, dan adik tiri dari pelaku. Empat korban dibunuh dengan sadis oleh E dalam satu waktu, kemudian dibuang ke septic tank.
Jasad keempat korban itu baru ditemukan pada Oktober 2022. Selanjutnya, E membunuh adik tirinya, J, dengan dibantu DW (17), anaknya sendiri. Setelah menghabisi nyawa J, E menguburkan adik tirinya itu di kebun singkong. Warga melaporkan J hilang pada Juli 2022. Para pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Bila perbuatan tersebut terbukti sebagai pembunuhan berencana, pelaku dapat dikenakan pidana mati atau penjara seumur hidup.
3. Pembunuhan Waria, Jakarta
Seorang waria bernama Muhammad Safrizal alias Shella Aprilia (27), ditemukan tewas di sebuah jembatan di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur dini hari, pada November 2015. Selain ditemukan dalam keadaan tergeletak di aspal dan berlumuran darah, terdapat belasan luka tusuk di tubuh korban.
Korban diketahui sering mangkal di jembatan tempat ia ditemukan tewas tersebut. Pada saat kejadian, saksi mata yang mendengar suara teriakan dari jembatan juga melihat dua sosok mencurigakan yang diduga melakukan perampokan terhadap korban. Di sekitar tubuh korban tampak barang-barang miliknya berserakan. Hingga saat ini, pelaku pembunuhan tersebut belum terungkap.
4. Pembunuhan Siswi SMK, Palembang
Pada Oktober 2014, jasad seorang perempuan ditemukan di belakang Venue Aquatik Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Korban bernama Indah Sari (16) merupakan siswi sebuah SMK di Palembang, yang dilaporkan keluarganya telah hilang beberapa hari sebelumnya. Ketika ditemukan, jasad korban yang berada di semak-semak dalam kondisi mengenaskan.
Selain sudah membusuk, jasad korban juga terpotong. Kepala korban terpisah dari badannya, sedangkan kaki kirinya putus dan berada tak jauh dari lokasi penemuan. Kapolsek Seberang Ulu I Palembang sempat mengamankan pacar korban, R, sebagai orang terakhir yang bertemu dengan korban. Namun, R membantah telah membunuh korban.
5. Pembunuhan IN, Bekasi
Seorang karyawati pabrik berinisial IN (22) ditemukan tewas akibat mengalami luka bacok di bagian punggung. Saat kejadian, pada Maret 2022, IN hendak berangkat menuju tempat kerjanya.
Namun, belum jauh ia berjalan dari rumah kontrakannya di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tiga orang yang berboncengan dalam satu motor tiba-tiba mendekat lalu membacok korban dengan menggunakan celurit. Korban dibacok sebanyak empat kali oleh pelaku berinisial N.
Karena korban berteriak, para pelaku kabur dan tidak sempat membawa barang milik korban. Polisi berhasil mengamankan N (17) dan MR (20) beberapa hari setelah kejadian, sementara satu pelaku lainnya yang berinisial AS masih dalam pencarian.
(Fahmi Firdaus )