"Kini keputusan telah diambil... masyarakat boleh mengunjungi makam ini," ujarnya.
Seperti diketahui, Omar, yang meninggal pada usia sekitar 55 tahun, mendirikan Taliban pada 1993 sebagai penangkal perang saudara yang pecah pasca pendudukan Soviet selama sepuluh tahun.
Di bawah kepemimpinannya, Taliban memberlakukan peraturan Islam yang ketat, melarang perempuan di tempat umum dan memberlakukan hukuman publik yang keras -- termasuk eksekusi dan cambuk.
Taliban kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu, mengalahkan pasukan militer ketika militer yang dipimpin AS -- yang menopang rezim itu-- mengakhiri pendudukan selama 20 tahun.
(Susi Susanti)