Saat Prabowo Mengenang Perjuangan Soekarno Kirim Habibie Sekolah ke Luar Negeri

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Kamis 10 November 2022 14:07 WIB
Prabowo Subianto/Tim Media Prabowo
Share :

JAKARTA- Indonesia dinilai kalah bersaing dengan negara maju dalam pengembangan teknologi, termasuk di bidang pertahanan, namun bukan berarti ketertinggalan ini tidak bisa dikejar.

Hal itu diutarakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Seminar Nasional "Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan" di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 8 November 2022.

(Baca juga: Bikin Prabowo Takjub, Prajurit Kopassus Ini Menyusup ke Markas Lawan dan Patahkan Leher Musuh di Palagan Timor)

"Kalau kita mau mengejar ketertinggalan kita di bidang teknologi, mau tidak mau kita harus investasi di bidang teknologi tersebut, di bidang sumber daya manusia (SDM) tersebut, untuk mencapai tingkat teknlogi yang kita kehendaki, yaitu teknologi yang bisa kita ciptakan sendiri, minimal sebagian besar teknologi itu bisa kita kuasai sendiri," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengingat program yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Soekarno.

"Dulu, waktu Bung Karno kirim anak-anak kita belajar teknologi, belajar fisika, belajar kedirgantaraan, Pak Habibie dikirim, semua dikirim, kira-kira tahun '57-'58. Baru kita mampu membuat pesawat pertama mungkin tahun '80. Bayangkan, (dari tahun) '58 sampai tahun '80, hampir 25 tahun, seperempat abad baru kita mampu," ungkapnya.

Namun, segala capaian cendekiawan yang dihasilkan dari program Bung Karno tersebut tidak diperhatikan dan dikembangkan lantaran menganggap enteng bidang pertahanan. "Sehingga, ada elite Indonesia yang menyatakan PTDI tidak penting, industri kita tidak penting, PT PAL tidak penting, Pindad tidak penting,"bebernya.

Oleh karena itu, dirinya mencoba mengadopsi program Bung Karno itu dan diimplementasikan di Universitas Pertahanan (Unhan), yang berada di bawah Kementerian Pertahanan (Kemhan), untuk memperkecil defisit ketertinggalan di bidang teknologi pertahanan. Upaya yang dilakukan dengan menambah fakultas dan program studi (prodi) yang dibutuhkan pada masa depan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya