"Selama perhelatan G20 pemerintah meminta pembatasan pelibatan massa pada kegiatan keagamaan, bukan melarang dan itu pun hanya di jalur tertentu. Jadi sekali lagi, tidak ada kata melarang atau meniadakan persembahyangan atau kegiatan keagamaan, hanya membatasi (jumlah orang yang terlibat, red), itu pun hanya di waktu pelaksanaan KTT," ujarnya.
Ia berharap melalui segala persiapan yang telah dilakukan pemerintah dari pusat hingga daerah juga dapat dilengkapi dukungan semua pihak, agar G20 di Bali dapat sukses terlaksana.
Gede Pramana menilai pertemuan G20 merupakan momentum penting dan bersejarah, perhelatan ini akan menentukan kemajuan peradaban dunia era baru dengan tatanan kehidupan baru pasca pandemi Covid-19.
“Jadi, mari dukung penyelenggaraan rangkaian pertemuan G20 agar berlangsung dengan lancar, nyaman, aman, damai dan sukses. Terus berikan dukungan untuk suksesnya perhelatan internasional yang jadi pusat perhatian dunia tersebut,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)