JAKARTA - Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan sumber daya alam melimpah. Tak hanya laut, Indonesia juga memiliki sejumlah sungai-sungai yang membelah pulau-pulau di nusantara. Tak heran Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim.
Dengan kondisi topografi Indonesia yang luas dan dipenuhi perairan itu, dibutuhkan satu pasukan khusus yang memiliki keahlian dan keandalan dalam menguasai medan, agar dapat menjaga semua sumber daya yang terkandung di dalamnya.
BACA JUGA:Adanya Bibit Siklon Tropis 94S, Hujan Merata Landa 34 Kota Besar Indonesia
Oleh karenanya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menjadi tumpuan Indonesia dalam penguasaan wilayah kepulauan di nusantara. TNI AL sendiri memiliki sejumlah pasukan khusus yang disegani di dunia. Sebut saja, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan Korps Marinir TNI AL.
BACA JUGA:Bersaksi di Sidang Surya Darmadi, Karyawan PT Duta Palma Curhat Nasib Pekerjaannya
Marinir TNI AL memiliki semboyan Jalesu Bhumyamca Jayamahe, yang artinya “Di Laut dan Darat Kita Jaya”.
Pasukan ini dibentuk pada 15 November 1945 di sebuah kota kecil, Tegal, Jawa Tengah di era kepemimpinan Presiden Soekarno. Kesatuan ini bertugas menjaga keamanan laut Indonesia dari berbagai ancaman.
Berbagai palagan pertempuran pun telah banyak dilalui korps baret ungu tersebut, seperti Operasi Trikora dan Operasi Dwikora. Pasukan Marinir TNI AL juga menjalani operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak di perairan Somalia pada 2011 lalu.
Kehebatan dan ketangguhan Marinir dalam menyelesaikan operasi baik di dalam maupun di luar negeri membuat Korps Baret Ungu ini dijuluki sebagai Hantu Laut.