Tidak sembarang prajurit bisa mengikuti pendidikan menjadi pasukan Marinir. Dibutuhkan mental sekuat baja untuk bergabung Korps Marinir TNI AL. Salah satunya materi tahap hutan.
Salah satu pelatih yang turut membekali materi tahap hutan ini adalah Koptu Mar Ahmad Kurdiyanto dari Puslatpurmar 5 Baluran, mengatakan, dalam tahap hutan para siswa Dikko akan menerima menembak reaksi, penyeberangan sungai, pengepungan dan penggeledahan Rumah (Pungdahma).
BACA JUGA:Ini Daftar 17 Kepala Negara yang Hadir di KTT G20 Bali
Siswa Dikko juga diberi pelatihan patroli pengadangan, patroli penyelidik, patroli tempur, penculikan, perang kota, sabotase, harbouring, jungle survival dan raid.
"Materi tahap hutan diberikan untuk membekali kemampuan siswa, baik perorangan maupun kelompok untuk mampu melaksanakan operasi di daerah pertempuran yang cukup sulit dan hanya mampu dilaksanakan oleh prajurit yang mempunyai kemampuan khusus dan terlatih dengan baik,” ujar Ahmad.
“Salah satu tugas pokok prajurit Marinir adalah "mencari, menemukan dan menghancurkan musuh,” sambung pelatih yang sudah mempunyai kualifikasi pelatih komando marinir ini.
Saat ini kekuatan Korps Marinir TNI AL terbagi menjadi 3 Pasukan Marinir (Pasmar 1) di Jakarta, Pasmar 2 di Sidoarjo dan Pasmar 3 di Sorong. Markas Komando Korps Marinir sendiri berkedudukan di Kwitang, Jakarta Pusat.
(Nanda Aria)