JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin dipastikan akan menghadiri Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo, Jawa Tengah. Kepastian itu diungkapkan Wapres usai bertemu petinggi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di kediaman Wapres, Jalan Diponegoro No 2, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2022).
“(Wapres) sanggup akan datang untuk menutup Muktamar Muhammadiyah nanti pada tanggal 20 (November), Insya Allah nanti di Solo,” ungkap Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi dalam keterangannya.
Sebagaimana diketahui, Muktamar ke-48 Muhammadiyah akan berlangsung mulai 18 sampai 20 November 2022. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka Muktamar pada 19 November dan Wapres Ma’ruf Amin akan menutup Muktamar pada 20 November.
“Mereka mau ber-Muktamar pada tanggal, akhir bulan ini ya, tanggal berapa ya, tanggal 19 dibuka oleh Bapak Presiden, ditutup tanggal 20 November oleh Wakil Presiden. Jadi di para Pimpinan Muhammadiyah ini datang khusus meminta kepada Wakil Presiden untuk menutup acara Muktamar Muhammadiyah pada tanggal 20 di Solo,” ungkap Masduki.
Sementara itu, para pimpinan Muhammadiyah diantaranya Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan pokok-pokok yang akan dibahas pada agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah kepada Wapres.
"Karena seperti yang dilaporkan baik oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak Haedar Nasir dan Bapak Mu’ti sebagai Sekjen Muhammadiyah ataupun yang dilaporkan oleh pimpinan Aisyiyah Muhammadiyah itu semua program yang dilaporkan itu yang dibahas selama 2 hari di sana sangat menarik,” tuturnya.
Pertama, kata Masduki, pimpinan Muhammadiyah bercerita soal Muktamar ke-48 nanti membahas program yang sudah dijalankan selama 25 tahun. “Ini adalah 5 tahun terakhir program dari Muhammadiyah yaitu program mengenai bagaimana Muhammadiyah baik di bidang keislaman, bidang-bidang sosial, kesehatan ataupun bidang-bidang pendidikan yang memang Muhammadiyah ya punya kemampuan besar di bidang-bidang itu, itu dibahas,” katanya.
Di sisi lain, pada Muktamar Muhammadiyah akan membicarakan persoalan yang berhubungan dengan risalah Islam berkemajuan.
“Risalah Islam berkemajuan ini sebagaimana kita ketahui Itu adalah sebuah gagasan besar yang pernah dicetuskan oleh almarhum Buya Syafii Maarif, Islam berkemajuan,” kata Masduki.
“Jadi Islam yang di satu pihak berangkulan dalam konteks paham kebangsaan dan pihak yang lain bagaimana supaya umat Islam di Indonesia itu berkeadaban maju, bisa berkompetisi dengan umat-umat yang lain secara damai. Jadi inti pikiran-pikiran itu yang akan dibahas dan akan dielaborasi lebih jauh,” katanya.
“Katanya ada landasan-landasan teologis nya, landasan sosiologis historis nya dan seterusnya itu. Itu saya kira yang dilaporkan kepada Wakil Presiden ya,” tandasnya.
Kemudian, Masduki mengungkapkan pimpinan Aisyiah juga melaporkan tentang program-program gerakan perempuan, gerakan perempuan, emansipasi dari seluruh kehidupan perempuan, tidak hanya sebatas yang elit di kota-kota saja.
“Tapi bagaimana gerakan perempuan itu masif sampai mulai dari kota sampai ke desa untuk seluruh Indonesia. Jadi rakyat perempuan Indonesia itu akan digerakkan oleh Aisyah, (Wapres) kira itu bagus,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)