Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang dulu menghasilkan lebih dari 25% listrik Ukraina, tidak lagi menghasilkan listrik. Serangan penembakan baru juga diketahui terjadi di sekitar PLTN selama akhir pekan.
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengutuk serangan itu, mengatakan itu adalah "panggilan dekat" di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.
Pakar IAEA mengunjungi lokasi tersebut pada Senin (21/11/2022), dan badan tersebut mengatakan mereka menemukan kerusakan yang meluas, tetapi tidak ada masalah keselamatan atau keamanan nuklir segera.
Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan serangan itu.
(Susi Susanti)