Menurut Dedi, tiga pola KBM di wilayah yang masuk dalam lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Jabar ini akan dipantau selama dua pekan. Selain itu, Dedi berpesan khusus kepada Kepala Sekolah dan KCD Wilayah VI Jabar agar menerapkan pola yang lebih ramah dalam Ujian Akhir Semester (UAS) di tanggal 5 Desember 2022 mendatang.
"Kepala sekolah dan cabang dinas agar tolong dalam rangka ujian akhir semester di tanggal 5, ada pola-pola yang lebih ramah anak pada saat anak-anak masih dalam kondisi trauma," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyatakan, bahwa Disdik Jabar akan melibatkan tim konsultan untuk mengkaji kelaikan bangunan sekolah sebagai tempat KBM. Namun, sebagai langkah awal, dia meminta satuan pendidikan yang sekolahnya terkena dampak bencana gempa agar melakukan pembersihan lokasi. Bagi sekolah yang mengalami kerusakan di atas 50 %, pihaknya akan mengupayakan bantuan tenda untuk KBM.
"Di samping itu, sambil berjalan ada tim konsultan yang melihat, menilai kelayakan bangunan sekolah, apakah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar atau memang membahayakan," ujarnya.
Dedi juga memastikan, Disdik Jabar akan membuat sejumlah langkah untuk memperbaiki bangunan sekolah yang terkena dampak gempa.
"Kita pun juga telah menyampaikan ke Kemendikbud, kita akan membuat langkah-langkah untuk perbaikan sarana baik itu yang bersumber dari DAK pusat, APBD, ataupun nanti CSR, atau anggaran belanja tidak terduga," katanya.