JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil menyesalkan aksi pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Aksi itu diketahui dilakukan oleh oknum warga di tenda pengungsian.
Seperti diketahui, sebuah video menjadi viral di media sosial, yang menggambarkan sekelompok orang mencopot label gereja pada bantuan ke korban Gempa Cianjur. Hal itu disesalkan banyak pihak karena dianggap sebagai aksi intoleransi.
Baca juga: Beri Trauma Healing, Yanti Airlangga Hibur Anak-Anak Korban Gempa Cianjur
Berikut 4 fakta terkait kejadian itu dilansir dari berbagai sumber.
1. Polisi diminta tindaklanjuti
Ridwan Kamil menekankan agar Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan Yang adil dan Beradab harus dijunjung dengan baik dan dipraktekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikit pun oleh unsur kebencian golongan.
Baca juga: Pengungsi Gempa di Nyalindung Cianjur Butuh Pakaian Dalam, Susu dan Obat-Obatan
"Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun," ujarnya.
2. Disayangkan Banyak Pihak
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj turut menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, musibah tidak memandang identitas seseorang.
“Sangat disayangkan. Musibah tidak melihat identitas agama seseorang,” ujarnya.